Rabu, 02 November 2011

Unyil KREATIVITAS ANAK NEGERI

 

Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993. Si Unyil ini diciptakan oleh Suyadi.

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".

Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata "Hom-pim-pah alaiyum gambreng!" sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti "Cepek dulu dong!"

Tokoh-tokohnya: Unyil, Ucrit, dan Usro, Pak Ogah, Pak Raden, Kinoy, Meilani,Tina,Bun Bun,
Pak Ableh, Cuplis, Pak Lurah, Endut, Mbok Bariah

KREATIF

Drs. Suyadi, saat itu adalah salah satu ahli animasi di Indonesia yang jumlah keseluruhannya bisa dihitung make jari, gan. Pria kelahiran Jawa Timur kelahiran 28 November 1932 ini adalah lulusan Departemen Senirupa ITB. Setelah ia lulus dari situ, ia melanjutkan studi nya pada bidang film, di Cineastes Associes and Les Films Martin Boschet, Paris tahun 1961-1964. Awal nya ia bekerja menjadi ilustrator buku, khususnya buku anak-anak. Setelah bertahun-tahun menjadi ilustrator, Suyadi pun berpindah dengan menggarap film-film animasi. Awalnya ia hanya membuat film animasi untuk iklan-iklan masyarakat. Sampai akhirnya ia menyentuh cita-cita nya, membuat film animasi untuk anak-anak dari boneka. 



Kurnain Suhardiman adalah orang dibalik cerita-cerita si unyil gan. Bapak Kurnain lahir di Surabaya 5-Agustus-1928. Ia adalah Sarjana Muda UnPad pada fakultas hukum. Sejak kecil ia suka pada bidang tulis menulis. Dunia film dikenalnya sekitar tahun 1956 ketika ia belajar ke Kanada. Awalnya Kurnain bekerja sebagai guru. Dan dimasa itulah gagasan si unyil lahir. Ia memulainya di majalah Suluh Pelajar, membuat dongeng si Unyil dengan beberapa karikatur yang dimuat secara bersambung. Pada 1961, setelah berhenti jadi guru, ia bergerak pada bidang Film. Sebagai Sutradara, beberapa film di hasilkan olah tangannya, salah satunya adalah, kabut di kintamani. Pada tahun 1965, ia bertemu Suyadi untuk membuat film animasi boneka. Sejak saat itu, Si Unyil "dibonekakan".

R.M Soebekto, pria kelahiran 3-Maret-1933 di Yogyakarta ini adalah seorang pimpinan produksi dari serial Si Unyil. Beliau adalah ulusan ASDRAFI (Akademi Seni Drama dan Film) yogyakarta, beliau se-angkatan dengan Alm. Teguh Karya dan Alm. Syumanjaya. Ia juga salah satu penerima beasiswa Cinematografi dan Dramaturugi di Moskow bersama Alm. Syumanjaya. Tetapi karena alasan keluarga ia menolak, dan lebih memilih Hongkong untuk melanjutkan studi film-nya. Bersama keluarganya ia membuat grup sandiwara bernama "keluarga paman bekto", lalu ia banyak berkecimpung di dunia film, salah satunya adalah Merapi dan kerikil-kerikil tajam arahan Alm. Syumanjaya. Ia juga pernah beraksi dalam film The Great Wall, sebuah film produksi Italia dengan sutradara bernama Rasio. Anak-anak dari Soebekto adalah pengisi dari suara karakter-karakter dalam Si Unyil

Bapak Gufron Dwipayana, adalah Penanggung jawab dari film Si Unyil dari PPFN, gan. PPFN itu adalah Pusat Produksi Film Nasional, yang berlokasi di Otista, Jakarta Timur. Nah, bapak Dwipayana ini nih yang mempercayakan tim produksi Si Unyil untuk berproduksi di studio PPFN. Prusahaan Film Negara saat itu seringkali di curigai oleh seniman menuntut dibuatkan film propaganda. Tetapi Pak Dwipayana meyakinkan, kalau Film Si Unyil murni hiburan untuk anak-anak. Maka, Suyadi cs setuju, dan pak Dwipayana menyediakan studio di PPFN dan menyediakan dana 4 juta setiap episode, dengan kamera 16mm